![]() |
| Saat Di Konfirmasi Jando Sipahutar Bungkam, Terkait Proyek Penggantian Jembatan Rantau panjang Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang, Terkait Anggaran Rp17,4 Miliar,?? |
DELI SERDANG/ TUNTASPOSTTV.COM
Proyek penggantian Jembatan Sei Serdang di ruas Batang Kuis–Rantau Panjang, Desa Kelambir, Kecamatan Pantai Labu, dengan nilai kontrak Rp17.424.186.000 kembali menjadi sorotan. Hasil investigasi media di lapangan menemukan sejumlah kondisi yang memunculkan pertanyaan terkait pengawasan proyek, kualitas pelaksanaan pekerjaan, hingga penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Di lokasi proyek, aktivitas konstruksi masih berlangsung dengan pekerjaan pondasi, alat berat yang beroperasi, serta material proyek yang tersebar di sekitar area pembangunan. Dari hasil pemantauan di lapangan,
,,media juga menemukan pekerja yang diduga belum menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap sesuai standar keselamatan kerja. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat mengingat proyek tersebut dibiayai dari APBD dengan nilai mencapai belasan miliar rupiah.
Dalam temuan tersebut, salah seorang warga yang juga tokoh masyarakat setempat menilai besarnya anggaran proyek seharusnya berbanding lurus dengan kualitas pekerjaan dan ketatnya pengawasan di lapangan. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Deli Serdang melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK),
,,Tidak hanya mengejar target penyelesaian proyek, tetapi juga memastikan seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, menerapkan standar K3 secara disiplin, serta membuka informasi pelaksanaan proyek kepada masyarakat sebagai bentuk pertanggungjawaban penggunaan uang rakyat.
"Jangan sampai anggarannya mencapai Rp17,4 miliar, tetapi masyarakat justru dibuat bertanya-tanya mengenai kualitas pekerjaan, pengawasan, dan keselamatan para pekerja. Ini uang rakyat, sehingga setiap tahap pelaksanaan proyek harus dikelola secara transparan, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan," tegasnya.
Sorotan terhadap proyek ini tidak hanya datang dari tokoh masyarakat, tetapi juga dari sejumlah warga yang mengaku kecewa setelah melihat langsung kondisi pekerjaan di lapangan. Mereka menilai proyek dengan nilai kontrak mencapai Rp17,4 miliar semestinya menjadi contoh,
Pelaksanaan pembangunan yang mengedepankan kualitas, disiplin terhadap standar keselamatan kerja, serta keterbukaan kepada publik. Sebaliknya, kondisi yang mereka saksikan justru memunculkan pertanyaan dan kekhawatiran yang dinilai tidak seharusnya terjadi pada proyek bernilai fantastis.
Warga pun mendesak SDABMBK Kabupaten Deli Serdang, pihak pelaksana proyek PT Nunut Karya, serta instansi pengawas untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek tersebut. Menurut mereka, proyek yang dibiayai dari uang rakyat tidak boleh hanya diukur dari target penyelesaian,
Tetapi juga harus mampu membuktikan kualitas pekerjaan, kepatuhan terhadap standar K3, dan transparansi dalam setiap tahapan pelaksanaannya. Mereka menegaskan, jika pengawasan benar-benar dijalankan secara maksimal sejak awal, maka proyek bernilai miliaran rupiah tidak akan meninggalkan ruang bagi keraguan dan kritik di tengah masyarakat...
Tuntaspostv Mengabarkan dari Medan


