![]() |
| Pilkades Tanjung Gusta Memanas! Video Amplop Viral, Masyarakat Teriak“Gugurkan Calon Kades Nomor 5 Didiskualifikasi Edison Gultom!” |
DELI SERDANG /Tuntasposttv.com
Gelombang kemarahan warga meledak di Desa Tanjung Gusta, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (26/05/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Ratusan warga Dusun V mendatangi dan menggeruduk Kantor Kepala Desa di Jalan Inpres sebagai bentuk protes keras terhadap dugaan praktik pembagian amplop oleh salah satu calon kepala desa nomor urut 5, Edison Gultom.
Aksi warga berlangsung panas. Massa menilai dugaan pemberian amplop saat kampanye dengan dalih “uang minyak” merupakan bentuk nyata politik uang yang mencederai demokrasi desa serta menghina integritas Pilkades Tanjung Gusta.
Dalam orasinya, warga secara tegas meminta pihak Muspika Kecamatan Sunggal, panitia pemilihan, hingga aparat penegak hukum segera bertindak dan tidak tutup mata terhadap dugaan pelanggaran tersebut.
“Calon nomor urut 5 harus segera digugurkan. Jangan rusak demokrasi desa dengan cara-cara kotor. Kalau dibiarkan, Pilkades ini cacat dan penuh permainan,” teriak salah seorang warga di lokasi aksi.
Kemunculan video amatir yang beredar luas di media sosial disebut menjadi pemicu memuncaknya kemarahan masyarakat. Dalam video itu, diduga terlihat adanya pembagian amplop kepada warga usai kegiatan kampanye yang dihadiri ratusan masyarakat.
Warga menilai dalih pemberian “uang minyak” tidak dapat menghapus dugaan praktik serangan fajar terselubung yang berpotensi mempengaruhi pilihan masyarakat dalam Pilkades. Mereka menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk pembodohan demokrasi yang harus ditindak tegas sebelum pemungutan suara berlangsung.
Tak hanya melakukan aksi protes, warga juga menyampaikan dua tuntutan keras kepada pihak terkait, yakni mendesak panitia pemilihan serta pemerintah kecamatan agar segera mendiskualifikasi calon yang diduga melakukan suap politik, serta meminta aparat penegak hukum memproses dugaan pelanggaran tersebut secara transparan dan tanpa tebang pilih.
Situasi di Kantor Desa sempat memanas akibat teriakan massa yang meminta keadilan ditegakkan. Warga bahkan mengingatkan agar Muspika dan panitia Pilkades tidak bermain aman atau dianggap melindungi dugaan pelanggaran yang sudah menjadi konsumsi publik.
“Jangan tunggu desa ini ricuh. Kalau aturan dilanggar tapi dibiarkan, masyarakat bisa hilang kepercayaan terhadap seluruh proses Pilkades,” ujar warga lainnya dengan nada tinggi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak calon kepala desa nomor urut 5 terkait tudingan pembagian amplop tersebut. Sementara warga menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga ada keputusan tegas dari panitia dan aparat berwenang....
Tuntaspostv Mengabarkan dari Medan


