-->
  • Jelajahi

    Copyright © Tuntaspost.TV
    Best Viral Premium Blogger Templates


    Foto Keluarga Besar Hutabarat

    Foto Keluarga Besar Hutabarat

    Iklan

    Iklan

    Gawat"", Mencalonkan Kepala Desa Urut (5) Dugaan Bagi-Bagi Amplop di Pilkades Tanjung Gusta, Warga Soroti Politik Uang Berkedok “Transport”

     E, Harianja
    Kamis, 21 Mei 2026, Mei 21, 2026 WIB Last Updated 2026-05-21T12:07:48Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    Gawat"", Mencalonkan Kepala Desa Urut (5) Dugaan Bagi-Bagi Amplop di Pilkades Tanjung Gusta, Warga Soroti Politik Uang Berkedok “Transport”


    DELI SERDANG/Tuntasposttv.com

    Tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Tanjung Gusta, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang mendadak menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan pembagian amplop kepada warga dalam kegiatan kampanye calon kepala desa nomor urut 5, Edison Gultom.


    Informasi yang dihimpun awak media di lapangan, kegiatan kampanye tersebut dihadiri sekitar 150 orang warga. Awalnya acara berlangsung seperti biasa dengan penyampaian visi dan misi calon kepala desa. Namun suasana berubah menjadi perbincangan panas setelah muncul dugaan pembagian amplop kepada masyarakat yang hadir.


    Warga menyebut amplop tersebut dibagikan langsung kepada masyarakat usai kegiatan kampanye berlangsung. Bahkan menurut pengakuan sejumlah warga, pembagian dilakukan langsung oleh calon kepala desa kepada warga yang datang menghadiri acara.


    “Yang bagi langsung calon kadesnya. Katanya uang transport,” ujar salah seorang warga di lokasi.


    Dalih uang transportasi itu justru memicu polemik di tengah masyarakat. Sebab pembagian dilakukan dalam momentum kampanye Pilkades sehingga memunculkan dugaan kuat adanya praktik politik uang berkedok biaya transport warga.


    Situasi semakin memanas setelah beredarnya rekaman video yang disebut memperlihatkan proses pembagian amplop kepada warga. Video tersebut kini menjadi pembicaraan masyarakat Desa Tanjung Gusta dan memantik kritik keras dari berbagai pihak.


    Sejumlah warga menilai praktik semacam itu mencederai demokrasi desa. Pilkades yang seharusnya menjadi ajang adu program dan gagasan dikhawatirkan berubah menjadi arena transaksi suara rakyat.


    “Kalau sudah bagi-bagi amplop saat kampanye, masyarakat pasti menilai sendiri. Demokrasi desa jangan dirusak dengan cara-cara seperti ini,” ungkap seorang tokoh masyarakat.


    Dalam aturan Pilkades, pemberian uang atau barang kepada pemilih yang berkaitan dengan kepentingan mempengaruhi pilihan politik dapat berpotensi menjadi dugaan money politics apabila memenuhi unsur pelanggaran.


    Masyarakat kini berharap Pilkades Desa Tanjung Gusta berjalan jujur, adil dan transparan tanpa praktik-praktik yang dinilai merusak integritas demokrasi tingkat desa.


    “Jangan sampai Pilkades berubah jadi ajang jual beli suara. Desa butuh pemimpin yang dipilih karena kemampuan, bukan karena amplop,” tegas seorang warga...

    Tuntaspostv Mengabarkan dari Medan 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler