-->
  • Jelajahi

    Copyright © Tuntaspost.TV
    Best Viral Premium Blogger Templates


    Foto Keluarga Besar Hutabarat

    Foto Keluarga Besar Hutabarat

    Iklan

    Iklan

    Saat memberikan Keterangan Dalam Konferensi PERS DiPolrestabes Medan,Kompolnas Bongkar Kerusakan CCTV Rumah Keluarga Brigadir I, Riwayat Empat Bulan Diperiksa

     E, Harianja
    Rabu, 23 September 2026, September 23, 2026 WIB Last Updated 2026-09-23T15:24:19Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    Saat memberikan Keterangan Dalam Konferensi PERS DiPolrestabes Medan,Kompolnas Bongkar Kerusakan CCTV Rumah Keluarga Brigadir I, Riwayat Empat Bulan Diperiksa


    TUNTASPOSTTV.COM/MEDAN 

    Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) turut mendalami persoalan rusaknya kamera pengawas atau CCTV di rumah keluarga Brigadir I dalam penyelidikan perkara kematian W (30), mantan istri Brigadir I.


    Saat memberikan keterangan dalam konferensi pers di Polrestabes Medan, Rabu (23/9/2026), Kompolnas menyampaikan bahwa pemeriksaan terhadap CCTV dilakukan untuk memastikan penyebab gangguan sistem yang terjadi ketika perangkat tersebut merekam.


    Komisioner Kompolnas Choirul Anam mengatakan, pihaknya terlebih dahulu memeriksa hasil pemeriksaan Tim Forensik Laboratorium Forensik Polda Sumut yang menggunakan metode digital forensik. Pemeriksaan dilakukan untuk menelusuri bagaimana sistem CCTV bekerja hingga mengalami gangguan.


    “Kami cek alur kerjanya, kami cek mekanismenya, dan kami cek standar bagaimana mereka bekerjanya. Sampai detik ini belum ada satu titik pelanggaran,” kata Anam dalam konferensi pers tersebut.


    Namun, pemeriksaan tidak berhenti pada hasil pemeriksaan teknis yang telah dilakukan. Kompolnas kembali menelusuri riwayat kerja CCTV selama empat bulan terakhir untuk melihat kondisi perangkat, pola perekaman, serta kemungkinan munculnya gangguan sebelum peristiwa tersebut terjadi.


    Riwayat CCTV menjadi bagian penting yang ditelusuri karena kondisi sistem pada saat kejadian tidak berdiri sendiri. Rekam jejak perangkat selama beberapa bulan sebelumnya perlu diperiksa untuk mengetahui kapan gangguan mulai muncul dan bagaimana sistem bekerja sebelum akhirnya mengalami masalah saat merekam.


    Anam menegaskan, pemeriksaan dilakukan dengan menelusuri alur kerja, mekanisme serta standar pemeriksaan digital forensik. Hingga pemeriksaan tersebut dilakukan, Kompolnas menyatakan belum menemukan adanya titik pelanggaran dalam proses kerja tim forensik yang diperiksa.


    Meski demikian, persoalan CCTV masih menjadi bagian yang didalami dalam perkara kematian W (30). Kompolnas menelusuri data dan riwayat perangkat secara menyeluruh agar setiap temuan terkait gangguan rekaman dapat diuji berdasarkan bukti teknis, bukan sekadar asumsi, sebelum ditarik kesimpulan mengenai apa yang sebenarnya terjadi...

    Tuntaspostv Mengabarkan dari Medan 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler